Sunday, 23 October 2011

Pengantar Forensik Teknologi Informasi

Tulisan ini berisikan materi Freezing The Scene yaitu mengenai pengumpulan bukti atas sebuah kejadian tindak kejahatan. Bagian ini merupakan bagian pertama mengenai pembahasan materi Freezing The Scene.

Freezing The Scene

Forensik komputer adalah suatu rangkaian metodologi yang terdiri dari teknik dan prosedur untuk mengumpulkan bukti-bukti berbasis entitas maupun piranti digital agar dapat dipergunakan secara sah sebagai alat bukti di pengadilan. Aktivitas forensik komputer, diantaranya:

1. Untuk membantu memulihkan, menganalisa, dan mempresentasikan materi/entitas berbasis digital atau elektronik sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan sebagai alat bukti yang sah di pengadilan

2. Untuk mendukung proses identifikasi alat bukti dalam waktu yang relatif cepat, agar dapat diperhitungkan perkiraan potensi dampak yang ditimbulkan akibat perilaku jahat yang dilakukan oleh kriminal terhadap korbannya, sekaligus mengungkapkan alasan dan motivasi tindakan tersebut sambil mencari pihak-pihak terkait yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dengan perbuatan tidak menyenangkan dimaksud.

Adapun aktivitas forensik komputer biasanya dilakukan dalam dua konteks utama. Pertama adalah konteks terkait dengan pengumpulan dan penyimpanan data berisi seluruh rekaman detail mengenai aktivitas rutin yang dilaksanakan oleh organisasi atau perusahaan tertentu yang melibatkan teknologi informasi dan komunikasi. Dan kedua adalah pengumpulan data yang ditujukan khusus dalam konteks adanya suatu tindakan kejahatan berbasis teknologi.

1. Perlunya Perlindungan Bukti

Dari penyelidikan yang dilakukan oleh Electronic Privacy Information Center (EPIC), “Sejak 1992 jumlah kasus kejahatan komputer telah meningkat tiga kali. Dari 419 kasus yang diajukan oleh penuntut hanya 83 yang dieksekusi karena kurangnya bukti. Saat suatu kasus diajukan bisa memakan waktu persidangan sampai lima tahun. Alasannya adalah bukti yang dikumpulkan pada kasus kejahatan komputer sangat kompleks.”

Banyak kasus tidak dibawa ke pengadilan karena barang bukti yang tidak memadai. Bukti harus ditangani secara hati-hati untuk mencegah penolakan dalam pengadilan, karena rusak atau mengalami perubahan. Barang bukti komputer merupakan benda yang sensitif dan bisa mengalami kerusakan karena salah penanganan. Ahli forensik harus menanganinya sedemikian sehingga dijamin tidak ada kerusakan atau perubahan.

Ahli forensik bisa mengidentifikasikan penyusupan dengan mengetahui apa yang harus dicari, dimana, dan bukti lain yang diperlukan. Informasi harus mencukupi untuk menentukan apakah upaya penegakan hukum harus disertakan. Proteksi barang bukti merupakan suatu hal yang krusial. Barang bukti tidak boleh rusak atau berubah selama tahapan dan proses recovery dan analisis, juga diproteksi dari kerusakan virus dan mekanis/elektromekanis. Proses harus dilakukan secepat mungkin setelah insiden supaya detilnya masih terekam baik oleh mereka yang terlibat. Hal itu bisa dimulai dengan catatan secara kronologis. Misalnya tentang tanggal, jam, dan deskripsi komputer. Bila menganalisa server mungkin akan diperiksa event log. Karena user bisa mengubah waktu dengan mudah, perhatikanlah bagaimana kecocokannya dengan kronologi kejadian. Buka komputer dan lihat apakah ada lebih dari satu hard disk, catat peripheral apa yang terhubung, termasuk nomor seri hard disk. Beberapa ancaman terhadap barang bukti :

· Virus – Bisa mengakibatkan kerusakan atau perubahan file.

· Prosedur cleanup – Adanya program atau script yang menghapus file saat komputer shutdown atau start up.

· Ancaman eksternal, misal dari lingkungan yang tidak kondusif sehingga merusak data. Seperti tempat yang terlalu panas, dingin, atau lembab.

Sumber :

http://www.idsirtii.or.id/content/files/IDSIRTII-Artikel-ForensikKomputer.pdf

http://www.pmsommer.com/digifootprint07.pdf

http://budi.insan.co.id/courses/el695/projects/report-firrar.rtf

http://irmarr.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11616/IT+Forensics.doc

http://deathwhyy.blogspot.com/2011/03/digital-forensik-investigasi.html


Bagian 1 : Agnesia Octavira (50408047)

Selanjutnya :

Bagian 2 : Aini Qorira (50408071)

Bagian 3 : Bulan Ratu P (50408213)

Bagian 4 : Tara Septirani (50408817)

Bagian 5 : Khonita Uswatin (50408495)

Kelas 4IA07

Friday, 30 September 2011

Pengantar Bisnis Informatika

Bisnis adalah kegiatan terorganisasi yang menjual barang atau jasa untuk menghasilkan sebuah laba. Secara etimologi, bisnis merupakan keadaan dimana seseorang atau sekelompok melakukan pekerjaan dengan tujuan untuk menghasilkan laba.

Jenis-jenis bisnis

Beberapa jenis bisnis secara umum :

1. Manufaktur : bisnis yang memproduksi barang mentah untuk sebuah produk.

2. Bisnis jasa : bisnis yang menghasilkan barang intangible atau tidak nyata yaitu berupa jasa yang diberikan.

3. Pengecer dan distributor : pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen.

4. Bisnis finansial : bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.

5. Bisnis informasi : bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualan properti intelektual (intelellectual property).

6. Utilitas : bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air.

7. Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.

8. Bisnis transportasi : bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.

Elemen bisnis

Beberapa elemen yang harus dimiliki dalam sebuah bisnis :

1. Sumber Daya Manusia (SDM)

2. Bahan baku

3. Modal

4. Manajemen bisnis

Bisnis di bidang TIK

1. E-commerce layer,

menurut Laudon & Laudon (1998), e-commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan komputer sebagai perantara transaksi bisnis.

2. software house,

merupakan sekelompok orang atau individu yang melakukan bisnis dalam bidang pembuatan perangkat lunak (software) yang dapat digunakan oleh banyak pengguna atau client.

3. consultan TIK,

merupakan orang yang bertugas untuk memberikan saran kepada client teknologi informasi apa yang harus digunakan untuk memenuhi sasaran bisnis, menyelesaikan suatu masalah, memperbaiki struktur dan efisiensi sistem IT.

Keuntungan dan Kerugian Bisnis

Keuntungan Bisnis :

1. Otonomi, yaitu pengelolaan yang bebas dan tidak terikat.

2. Pengembangan konsep usaha sesuai keinginan sendiri.

3. Pengawasan terhadap manajemen bisnis dilakukan sendiri.

Kerugian Bisnis :

1. Pengorbanan personal, yaitu apabila terjadi sebuah masalah dalam prosesnya maka hal tersebut akan ditanggung sendiri.

2. Beban dan tanggung jawab, semua hal yang berkaitan dalam proses bisnis dilakukan dan ditanggung sendiri.


Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis
http://
dewi_anggraini.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/17385/SAP+Perkuliahan+ABTI.doc
http://
id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/1941921-keuntungan-dan-kerugian-kewirausahaan/

Saturday, 7 May 2011

Game

Game atau permainan dapat diartikan sebagai suatu aktivitas terstruktur untuk mencapai tujuan tertentu. Game dikenal sebagai kegiatan yang biasanya dilakukan oleh anak kecil. Sebenarnya game atau permainan tidak hanya ditujukan untuk anak kecil, namun orang dewasa juga dapat melakukannya. Namun tingkatan game atau permainan untuk anak kecil dan orang dewasa temtulah berbeda. Pada game biasanya akan ada pilihan level permainan yaitu dimulai dari beginner sampai dengan advance disesuaikan dengan kemampuan pemainnya.

Game berdasarkan sifatnya:

1. Game online

Game online diartikan sebagai game yang untuk memainkannya diperlukan sebuah koneksi internet.

2. Game offline

Game offline diartikan sebagai game yang tidak memerlukan koneksi internet untuk memainkannya.

Game berdasarkan desainnya:

1. Game 2D

Game dengan grafis 2D tidak tampak seperti nyata

2. Game 3D

Media yang digunakan untuk memainkan game beragam, game bisa dimainkan di komputer, ponsel atau media lainnya.

Klasifikasi game

1. Advergaming
Game yang dapat dimainkan lalu dapat mengundang teman-teman untuk melihatnya. Jenis game ini mengusung dan menampilkan produk atau brand baik secara gamblang maupun tersembunyi.

2. Edutainment
Game dibuat dengan tujuan spesifik sebagai alat pendidikan, baik untuk belajar mengenal warna untuk balita, mengenal huruf dan angka, matematika, sampai belajar bahasa asing. Target segmentasi pemain harus disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan design visual ataupun animasinya.

3. First Person Shooter(FPS)

Game ini mengambil pandangan orang pertama pada gamenya sehingga seolah-olah kita sendiri yang berada dalam game tersebut, kebanyakan game ini mengambil setting peperangan dengan senjata-senjata militer.

4. Real Time Strategy

Game yang permainannya menekankan kepada kehebatan strategi pemainnya, biasanya pemain memainkan tidak hanya 1 karakter saja akan tetapi banyak karakter.


referensi :

http://retno-ayu-sp.blogspot.com/2010/03/jenis-jenis-game_23.html


Nama : Agnesia Octavira

NPM : 50408047

Kelas : 3ia07


 

sweet Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon | Sponsored by: Website Templates | Premium Wordpress Themes | consumer products. Distributed by: blogger template